Gambut dan proses pembentukanya

Apa itu gambut?. Gambut pada dasarnya adalah tumpukan bahan organik yang dihasilkan (dijatuhkan) oleh tumbuhan. Bahan organik seperti dedaunan, ranting, dan mungkin cabang-cabang pohon yang terjatuh ke lantai permukaan tanah mengalami proses penguraian yang tidak sempurna sehinga menyisakan tumpukan bahan organik di atas lapisan tanah. Jika proses penumpukan sisa bahan organik ini berlangsung terus menerus sampai ratusan tahun maka tumpukan bahan organik tersebut menjadi sebuah lapisan material organik yang tinggi. Lapisan bahan organik inilah yang disebut gambut atau biasa disebut tanah gambut. Jika tanah gambut ini menutupi sebuah area dengan luasan tertentu maka area tersebut dapat dikatakan sebagai lahan gambut. Kemudian jika lahan gambut ini tertutup hutan maka disebut hutan rawa gambut. Tidak semua lahan gambut memiliki hutan di atasnya. Ada juga lahan gambut yang hanya ditumbuhi oleh vegetasi jenis rerumputan atau tumbuhan air lainnya. Dari penjelasan singkat ini bisa disimpulkan bahwa jika tidak ada tumbuhan maka tidak akan pernah ada gambut. Dengan kata lain, bahan dasar utama gambut adalah sisa sisa bahan organik tumbuhan. Skema pembentukan gambut secara umum dapat dilihat pada gambar 1 di bawah. Kotak a adalah proses awal dan kotak c adalah dimana lapisan gambut sudah terbentuk di atas lapisan permukaan tanah awal.

Gambar 1. Skema proses pembentukan gambut.
sumber https://deslisumatran.wordpress.com/2010/04/30/lahan-gambut/proses-pembentukan-gambut/

Kenapa bahan organik ini tidak habis terurai begitu jatuh ke tanah?. Bukankah bangkai hewan saja bisa habis terurai. Proses penguraian bahan organik dilakukan oleh beberapa macam biota mulai dari mamalia, serangga, dan sampai mikroba. Semua pengurai ini sangat tergantung dengan oksigen (O2) untuk melakukan aktivitas penguraian tersebut. Seperti manusia juga perlu O2. Namun ketika jumlah air (H2O) sangat banyak sampai  menggenangi lapisan bahan organik ini maka kandungan oksigen menurun drastis karena ruang ruang pori yang tadinya diisi oleh oksigen diambil alih oleh air. 

Kondisi dimana oksigen tidak ada atau sangat sedikit ini disebut kondisi anaerobik. Akibat dari kondisi ini adalah mikroba mikroba pengurai yang membutuhkan O2 (mikroba aerobik) jauh berkurang atau bisa dikatakan menghilang karena kandungan oksigen yang sedikit sekali. Dengan jumlah mikroba yang jauh berkurang, maka proses penguraian bahan organik menjadi lambat. Sebagai perumpamaan, selembar daun jatuh akan terurai dalam waktu seminggu atau sampai satu bulan di kondisi aerobik (kering dan banyak oksigen), namun dalam kondisi anaerobik (basah dan sedikit oksigen) akan terurai sampai 2-3 tahun atau bahkan tidak pernah 100% terurai habis. Dari perumpamaan ini jelas bahwa tanpa ada air maka kemungkinan terbentuknya lapisan gambut akan sangat kecil. Tumbuhan dan air harus ada agar terjadi penumpukan gambut. Gambut akan bertambah jika kecepatan penumpukan sisa bahan organik lebih besar dari pada proses penguraian bahan organik tersebut.

Dari sini, kita bisa menyimpulkan bahwa tumbuhan adalah penyuplai bahan organik, tanpa tumbuhan tidak akan ada bahan organik dan tidak akan ada gambut. Sedangkan air adalah pembatas proses penguraian bahan organik. Jika tidak ada air yang tergenang maka mikroba akan cepat melakukan penguraian bahan organik dan segera habis. Tumbuhan dan air masing-masing memiliki peran penting dalam pembentukan gambut untuk membentuk ekosistem hutan rawa gambut yang sehat.

Semoga bermanfaat

Taryono Darusman

Satu pemikiran pada “Gambut dan proses pembentukanya

  1. Ping balik: Gambut dan Karbon, apa hubunganya?. | 3003

Tinggalkan komentar