From Survival Mindset to Restorative Mindset

Perjalanan Budaya Organisasi Pada Era Antroposen Oleh: Taryono Darusman Banyak organisasi memulai perjalanannya dengan satu tujuan sederhana: bertahan hidup. Ketika menghadapi tekanan krisis, seperti perubahan regulasi, persaingan, atau tekanan ekonomi, perhatian utama organisasi secara alami tertuju pada efisiensi, pengendalian risiko, dan menjaga agar roda organisasi tetap berputar. Dalam kondisi seperti ini, survival mindset menjadi respons … Lanjutkan membaca From Survival Mindset to Restorative Mindset

Dari penyimpan karbon menjadi pelepas emisi karbon: Kisah degradasi hutan rawa gambut tropis di Kalimantan

Taryono Darusman Hutan rawa gambut tropis di Kalimantan pernah menjadi benteng utama karbon dunia dan keanekaragaman hayati. Selama ribuan tahun, kawasan ini menyerap dan menyimpan karbon pada lapisan gambut yang jenuh air. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, lanskap ini telah mengalami degradasi besar-besaran. Tulisan ini menguraikan perjalanan degradasi hutan rawa gambut secara kronologis—mulai dari pembalakan … Lanjutkan membaca Dari penyimpan karbon menjadi pelepas emisi karbon: Kisah degradasi hutan rawa gambut tropis di Kalimantan

Karbon Hutan: Antara Ekonomi dan Ekologi

Taryono Darusman Ketika saya membaca dokumen deskripsi proyek yang menjanjikan jutaan kredit karbon dari sebuah hutan terdegradasi yang hampir tidak mengalami perubahan selama 10 tahun terakhir, muncul rasa tidak nyaman dan rasa penasaran. Bukan rasa penolakan, melainkan rasa keprihatinan. Dalam dokumen proyek, semuanya tampak tersusun rapi dan masuk akal: proyeksi laju deforestasi yang penuh keyakinan, … Lanjutkan membaca Karbon Hutan: Antara Ekonomi dan Ekologi

Ketika Siklon Tropis Datang Ke Khatulistiwa: Bencana Iklim dan Restorasi Ekosistem

Banjir Sumatera: Siklon Tropis dan Dosa Ekologis Dalam perjalanan pulang menuju Jakarta, setelah beberapa hari di Aceh Tamiang membantu kegiatan tanggap darurat banjir, ingatan tentang apa yang saya lihat masih melekat kuat. Seolah belum mau pergi. Bencana itu terlalu nyata untuk sekadar ditinggalkan di belakang. Hampir seluruh wilayah kabupaten tenggelam. Rumah-rumah terendam, kendaraan tersisa separuh … Lanjutkan membaca Ketika Siklon Tropis Datang Ke Khatulistiwa: Bencana Iklim dan Restorasi Ekosistem

Menyusuri Punggung Tanah Leluhur Kaili Da’a: Jalur Trekking Bulu Wanja

Pagi yang tenang dan cerah menyambut langkah kami di titik awal jalur trekking, Desa Dombu. Kabut pegunungan memeluk pagi dengan lembut, mewarnai langit dengan nuansa abu-abu keemasan. Suhu 11 derajat Celsius tercatat di jam pintar kami saat itu, dingin namun menyegarkan. Kota Sigi dan Kota Palu terhampar di bawah, masih terlelap dalam dinginnya udara pagi, … Lanjutkan membaca Menyusuri Punggung Tanah Leluhur Kaili Da’a: Jalur Trekking Bulu Wanja

Kehendak Bebas Manusia dalam Ruang Takdir: Ingin Dikenang Sebagai Apa?

Beberapa waktu lalu, saat sedang termenung menunggu sahur, saya teringat sebuah kalimat yang pernah disampaikan seorang teman lama. Masih jelas terbayang nada bicaranya saat dia menyampaikan: “Kita tidak bisa memilih di mana kita dilahirkan, tapi kita bisa memilih untuk menjadi siapa.” Saya sungguh terkesan dengan ucapan ini. Bukan karena keindahan bahasanya, tapi karena kedalaman maknanya. … Lanjutkan membaca Kehendak Bebas Manusia dalam Ruang Takdir: Ingin Dikenang Sebagai Apa?

The Speed of Trust: Fondasi untuk organisasi konservasi dan restorasi alam yang efektif dan efisien

Dalam beberapa seminar dan pelatihan, saya pernah dengar satu kalimat yang nempel banget: “We move at the speed of trust.” Artinya? Organisasi itu bisa bergerak cepat atau lambat tergantung seberapa besar kepercayaan di antara orang-orang di dalamnya. Organisasi bergerak secepat tingkat saling percaya yang ada diantara para pegiatnya. Kalau kepercayaan rendah, semuanya jadi serba lambat—komunikasi … Lanjutkan membaca The Speed of Trust: Fondasi untuk organisasi konservasi dan restorasi alam yang efektif dan efisien

Restorasi Ekosistem sebagai Manifestasi Tasawuf sosial

Kegiatan Restorasi Ekosistem merupakan sebuah manifestasi dari Tasawuf Sosial.  Jika kita pahami lebih dalam, Restorasi Ekosistem bukan sekadar rangkaian kegiatan teknis memulihkan hutan yang rusak, tetapi merupakan ibadah ekologis yang berlandaskan nilai-nilai spiritual. Berikut adalah beberapa poin utama bagaimana restorasi ekosistem dapat menjadi manifestasi dari tasawuf sosial: 1. Zuhud Ekologis: Menjalani Hidup Tanpa Eksploitasi Alam … Lanjutkan membaca Restorasi Ekosistem sebagai Manifestasi Tasawuf sosial

Waktu berlalu tak menunggu

Waktu berjalan cepat di sini, kenangan susul-menyusul mengejar waktu. Aku termanggu, diam tak mampu menahan melawan waktu. Perlahan meninggalkan diriku yang terpaku pada masa lalu. Dia berjalan cepat berkejaran bersama angin. Meninggalkan ku dalam kesunyian. Sudah ku rayu untuk berhenti. “Masa depan tak menunggu” katanya. Sementara, aku terbelenggu masa lalu. Pelangi begitu jelas tampak didepan. … Lanjutkan membaca Waktu berlalu tak menunggu

Gambut dan Karbon, apa hubunganya?.

Dalam tulisan Gambut dan pembentukanya disampaikan bahwa gambut adalah tumpukan bahan organik yang tersimpan dalam lapisan tanah selama ribuan tahun. Pertanyaan selanjutnya adalah apa itu bahan organik, bahan organik adalah materi materi yang dihasilkan atau bagian dari tubuh mahluk hidup, seperti tumbuhan dan hewan. Misal daun, ranting, daging, akar akar pohon, dan tulang. Di Bumi … Lanjutkan membaca Gambut dan Karbon, apa hubunganya?.

Gambut dan proses pembentukanya

Apa itu gambut?. Gambut pada dasarnya adalah tumpukan bahan organik yang dihasilkan (dijatuhkan) oleh tumbuhan. Bahan organik seperti dedaunan, ranting, dan mungkin cabang-cabang pohon yang terjatuh ke lantai permukaan tanah mengalami proses penguraian yang tidak sempurna sehinga menyisakan tumpukan bahan organik di atas lapisan tanah. Jika proses penumpukan sisa bahan organik ini berlangsung terus menerus … Lanjutkan membaca Gambut dan proses pembentukanya

Hongkong Edisi Ketiga

Perjalananan ke Hongkong kali ini merupakan edisi yang ketiga. Gila!. Nggak bosen apa tuh?. Tidak mudah dijawab. Faktanya kami berempat (saya, ester, wana, dan tirta) sudah ketiga kalinya ini ke Hongkong. Banyak jawaban sih, misal tidak perlu urus visa, tiket tidak semahal negara lain, diluar kawasan Asean, dan logistik (transportasi dan akomodasi) yang relatif mudah. … Lanjutkan membaca Hongkong Edisi Ketiga

Restorasi ekosistem: Sebuah Permainan Tanpa Garis Akhir

Niat Baik Saja Tidak Cukup Di ujung sebuah kampung, di atas lahan yang hampir setiap musim kemarau terbakar, sebuah proyek penanaman pohon dimulai dengan seremoni sederhana. Spanduk proyek dengan nama organisasi pelaksana tertulis jelas dibentangkan. Bibit pohon dipindahkan dari kelotok sembari disorot kamera untuk dokumentasi. Di atas kertas, proyek ini adalah bagian dari upaya pemulihan … Lanjutkan membaca Restorasi ekosistem: Sebuah Permainan Tanpa Garis Akhir