Waktu berjalan cepat di sini, kenangan susul-menyusul mengejar waktu. Aku termanggu, diam tak mampu menahan melawan waktu. Perlahan meninggalkan diriku yang terpaku pada masa lalu.
Dia berjalan cepat berkejaran bersama angin. Meninggalkan ku dalam kesunyian. Sudah ku rayu untuk berhenti. “Masa depan tak menunggu” katanya. Sementara, aku terbelenggu masa lalu.
Pelangi begitu jelas tampak didepan. Seperti titian menuju masa depan. Namun, pelangi segera hilang terhalang awan. Meninggalkanku termanggu diam di ujung dermaga.
Masa depan begitu kejam bagi penghamba masa lalu.
Bintuni, Papua. Mei 2023.
Taryono
