Kemarin malam, jam 20.00 tanggal 22 Juli 2014 telah diumumkan pemenang pemilihan presiden Republik Indonesia. Kandidat No 2, yaitu Jokowi – Jusuf Kalla sebagai pemenangnya. Mereka akan menjadi presiden dan wakil presiden Republik Indonesia periode Oktober 2014 – Oktober 2019.
Di saat yang hampir bersamaan, umat muslim di Republik Indonesia ini juga sedang menjalankan ibadah puasa, dan kemudian merayakan Hari Raya Iedul Fitri. Ibadah puasa merupakan proses pembersihan diri, baik lahir maupun batin. Setelah mencari penghidupan selama satu tahun, kerja keras, kadang lupa waktu dan tempat, lupa teman, sahabat dan saudara. Namun pada saat bulan Ramadhan ini, mereka, bagi yang menjalankan ibadah puasa, dituntut untuk lebih tertib. Sahur dini hari di rumah dan berbuka bersama keluarga dirumah juga. Kadang-kadang juga bersilahturahmi dengan kawan-kawan lama, saudara-saudara dan sahabat-sahabat untuk melakukan buka bersama. Begitu lah, Bulan Ramadhan, penuh dengan ritual yang menyucikan diri dan kebersamaan. Setelah selesai menjalankan ibadah puasa selama hampir 1 bulan penuh tersebut, maka umat muslim akan menyambut hari baru, yaitu 1 syawal. Hari Raya Iedul Fitri yang dimaknai sebagai hari baru, lembaran baru bagi umat muslim. Sebuah perjalanan hidup dalam buku baru. Buku baru yang idealnya di-isi oleh hal-hal yang lebih baik, lebih berguna dari buku-buku sebelumnya.
Kembali ke Republik Indonesia ini, persis sama. Setelah melakukan kampanye yang melelahkan batin (khusus para pendukungnya), merenggangkan pertemanan, menjauhkan sahabat dan rekan kerja, dan bahkan membingungkan bagi masyarakat awam. Sebuah proses yang justru terbalik 180 derajat dengan makna bulan Ramadhan. Namun, setelah tanggal 22 Juli 2014, setelah KPU menentukan Presiden dan Wakil Presiden baru sudah saatnya Republik Indonesia ini, terutama Pemerintahanya untuk membuka lembaran baru, mengisi buku baru ini lembar demi lembar dengan hal-hal yang bermaanfaat bagi rakyat Indonesia. Sesuai dengan janjinya pada saat kampanye.
Semoga Hari Raya Iedul Fitri, 1 syawal 1435 menjadi titik awal untuk membangun Republik Indonesia menjadi lebih baik. Dimulai dengan saling memaafkan bagi para kedua pendukung kandidat presiden yang telah berkampanye dengan berbagai upaya tersebut. Semoga